Tuesday, 31 October 2017

Terpesona keindahan pantai Tawang pacitan

Pantai Tawang Pacitan. Mungkin pantai ini belum setenar pantai Klayar, pantai Soge atau pantai Teleng Ria. Ketiga pantai tersebut sudah cukup popular sebagai destinasi unggulan dari Kabupaten Pacitan yang dikenal sebagai " kota seribu goa". Lokasinya berada di ujung timur dari Kabupaten Pacitan dan wisatawan haruslah menempuh rute cukup jauh, yakni 28 km lagi dari kota Pacitan untuk bisa mencapai Pantai ini. Jarak yang cukup jauh dari kota Pacitan dan minimnya informasi menyebabkan pantai ini masih sepi oleh pengunjung. Namun siapa yang menyangka, di pantai yang masih sepi ini ini kita bisa mendapatkan view yang indah dan suasana yang cukup tenang untuk bisa menghabiskan waktu di pantai yang memiliki pasir yang berwarna putih. Selain bisa melihat keindahan pantai dengan hamparan pasir putih kita juga bisa melihat aktifitas nelayan dalam mencari ikan serta bisa melihat  kapal-kapal dengan ukuran besar merapat di bibir pantai. 

Pantai Tawang pacitan
Pantai Tawang pacitan

Perjalanan saya ke Pantai Tawang Pacitan bermula berkat ajakan oleh seorang senior atau mantan pembimbing klinik yang saat ini menjadi rekan saya dalam bekerja. Beliau adalah perawat multitelenta yang pernah bersama dengan saya ketika mengikuti kegiatan Rafting di Sungai Elo Magelang. Dia mengatakan bahwa di ujung timur dari Kabupaten Pacitan terdapat sebuah pantai dengan kondisi masih sepi serta terdapat pelabuhan ikan yang bisa kita tempuh kira-kira satu jam perjalanan dari Kota Pacitan. Karena tertarik dengan tempat yang masih sepi dan belum terlalu terexplore, akhirnya saya bersama dengan beberapa rekan kerja saya sepakat untuk berangkat menuju pantai Tawang Pacitan dengan metting point di Yogyakarta.

Lokasi Pantai Tawang

Pantai Tawang Pacitan berlokasi tepatnya di desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Untuk menuju ke Pantai Tawang seperti yang sudah saya informasikan sebelumnya, kita harus menempuh kurang lebih 28 km dari kota Pacitan melalui Sirnoboyo arah pantai Soge. Dari pantai Soge Pacitan kita masih menempuh perjalanan kurang lebih 10-15 km lagi. Jalan menuju ke pantai Tawang termasuk jalan yang mudah kita lalui. Maklum saja karena yang kita lewati adalah jalur lintas selatan yang tergolong jalan baru serta mudah diakses dari kota Pacitan. Kami berangkat dari Yogyakarta pukul 08:00 melewati Gunungkidul - Pacimantoro Wonogiri - Pacitan dengan menyusuri jalur selatan. Kami menempuh 4,5 jam perjalanan dari Yogyakarta sampai ke Pantai Tawang Pacitan.  

Pelabuhan ikan Pantai Tawang


pantai Tawang pacitan
Salah satu sudut pelabuhan ikan di pantai Tawang

Sebuah gapura besar yang bertuliskan “ Tempat pelelangan ikan Pantai Tawang Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo” seolah-olah menyambut kedatangan kami. Memasuki jalan di gapura tersebut kita dihadapkan pada jalan setapak yang belumlah dimistar. Tidak seperti tempat wisata lainnya di kota Pacitan, kesan yang pertama kali kami dapatkan ketika sampai di lokasi pantai adalah sebuah kawasan layaknya sebuah pelabuhan dengan disertai tempat pelelangan ikan yang dipenuhi oleh perahu-perahu nelayan. Ada puluhan perahu nelayan di tempat ini, semuanya berjajar rapi dengan menghadap ke arah pantai. 

Di Pantai Tawang Pacitan terdapat sebuah tempat pelelangan ikan yang ukurannya cukup besar. Setelah memarkirkan kendaraan kami, kamipun berjalan menyusuri bibir pantai dengan melewati tempat pelelangan ikan tersebut. Bau amis merupakan hal yang lumrah ketika melewati tempat ini. Siang itu kami tidak menjumpai adanya aktifitas jual beli ikan. Yang ada hanyalah beberapa nelayan yang sibuk membetulkan jaringnya serta beberapa diantaranya terlihat duduk di sekitaran gubuk-gubuk semipermanen yang berdiri di sekitaran tempat pelelangan ikan tersebut. 


Taviana pambayun nampak anggun dengan termos isi nasi yang dibawanya 


Tujuan perjalanan kami selanjutnya  adalah pantai Tawang yang terlihat di sisi barat tempat ini. Pantai ini berada di balik bukit yang nampak tinggi menjulang. Terdapat jalan setapak dengan melewati bukit tersebut untuk bisa sampai Pantai Tawang dari arah pelelangan ikan. Pertama, kami memilih untuk berjalan kaki menuju ke arah pantai ini. Namun berkat informasi dari seorang ibu-ibu yang sedang duduk di salah satu kios tempat pelelangan tersebut, kamipun akhirnya menggunakan kendaraan untuk menuju kesana. Beliau mengatakan bahwa Pantai Tawang masih cukup jauh apabila kita berjalan kaki, oleh karenanya sebaiknya kami menggunakan kendaraan bermotor untuk mdnuju kesana. 

Deretan perahu nelayan yang berjajar di pantai Tawang Pacitan

Dengan melalui jalan setapak yang mengarah ke puncak bukit, kami memacu kendaraan kami menuju ke Pantai Tawang Pacitan. Jalannya sangat terjal dan curam serta membutuhkan keterampilan mengemudi yang baik untuk sampai ke lokasi. Dari arah puncak bukit kita bisa melihat indahnya kawasan Pantai Tawang, lengkap dengan panoramanya berupa perahu nelayan yang tampak berjajar di sepanjang pantai. Jauh dari kesan pantai selatan yang salama ini kita kenal dengan ombaknya yang sangat besar. Dari ketinggian kita bisa melihat bahwa kawasan di Pantai Tawang memiliki karakteristik arus air yang cukup tenang. Hal ini dimungkinkan karena lokasi pantai yang menjorok ke dalam daratan. Daratan di sekeliling pantai Tawang membuat pantai ini seakan terlindungi dari gelombang laut dan membuatnya layaknya sebuah benteng alam yang melindungi Pantai Tawang dari gelombang pasang.


Kawasan Pantai Tawang yang masih sepi

Sesampainya di tepi Pantai Tawang Pacitan, kami dihadapkan pada sebuah kawasan yang masih sangat sepi. Tidak ada pengunjung lain di pantai ini kecuali rombongan kami. Oya di pantai Tawang tidak disediakan tempat parkir khusus pengunjung. Yang ada hanyalah sebuah area yang masih sangat rimbun dan dipenuhi pohon kelapa dan semak belukar. Disinilah kami memarkirkan kendaraan kami. Pasir putih yang bersih dan air laut yang sangat tenang adalah pemandangan yang bisa kami dapatkan di pantai ini. Beberapa gazebo yang berusia tua menjadi satu-satunya tempat bagi kami untuk berteduh dan beristirahat. Beruntungnya kami pada saat itu. Di musim hujan seperti sekarang kami beroleh hari yang sangat cerah dan kelancaran selama perjalanan kami. Beberapa perahu nelayan dapat kita lihat di sepanjang pinggiran pantai namun tidak sebanyak perahu di tepi, tempat pelelangan ikan. Berhubung karena hari sudah siang, kamipun mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi perut kami dengan bekal yang kami bawa dari rumah.


Nikmatnya oseng-oseng keong ala cak Harul

Beruntungnya kami, di liburan kali ini. Kami dibawakan bekal yang cukup banyak oleh salah satu rekan serta senior kami. Beliau dari pagi-pagi buta sudah memasakkan makanan yang jarang kami makan yakni oseng-oseng keong. Tidak hanya itu saja, nasi merah yang beliau masak dimakan dengan beralaskan daun pisang, menunjukkan bahwa empunya makanan adalah putra daerah yang berasal dari Gunungkidul, kabupaten yang saat ini sedang giat mempromosikan potensi wisata alamnya dan mempunyai kuliner unggulan yakni nasi merah lombok ijo. 


oseng-oseng keong ala Cak Harul nasi merah lauk nila
oseng-oseng keong, nila goreng plus sayur lombok ijo

Nasi merah dengan lauk ikan nila goreng, ditaburi bihun disempurnakan dengan kelezatan oseng-oseng keong dengan rasa yang tidak kalah nendang membuat makan siang kami sungguh berkesan. Menu yang spesial dinikmati di kawasan pantai dengan pasir putih yang sangat indah, membuat liburan kami kali ini sungguh sangat berkesan. Kondisi yang mengantuk karena selesai dinas malam, membuat saya masih belum percaya, bisa berlibur dengan rekan-rekan saya sampai ke Pacitan yang berjarak ratusan KM dari tempat tinggal saya.

Mari makan teman....

Pantai Tawang dengan kapal kayu berusia tua

Setelah puas makan makanan yang kami bawa dari rumah, dan setelah selesai memberesi perbekalan kami, tibalah waktunya kami untuk bermain di tepian pantai sambil berburu spot menarik yang bisa kami dapatkan di tempat ini. Berjalan menyusuri tepi pantai dengan pemandangan kapal-kapal tua berukuran cukup besar serta dengan rimbunnya vegetasi di tepi pantai tersebut, mengingatkan saya pada sebuah film yang dibintangi oleh aktor Johny Deep yakni Pirates of The Caribean yang berjudul Dead Mans Chest rilisan tahun 2006. Dimana lokasi syuting di film tersebut mengambil latar kawasan pantai berpasir putih dengan tepian pantai yang dipenuhi oleh pohon kelapa dan semak bulukar. Memang di tepian pantai dari Pantai Tawang Pacitan terdapat area yang dipenuhi oleh tanaman kelapa dan masih sangat asri.



Selain dapat melihat keindahan pantai dengan pasir putihya yang terlihat bersih. Di Pantai Tawang kita juga dapat melihat kapal-kapal kayu yang berukuran cukup besar tertambat pada tepi tepi pantai. Dilihat dari bentuk dan kondisinya, kapal-kapal tersebut berusia cukup tua dan sudah tidak digunakan lagi. Terlihat dasar dari beberapa kapal sudah keropos dimakan usia dan dibiarkan begitu saja di bibir pantai. Di kawasan ini pula saya menyempatkan diri untuk mengambil beberapa gambar.


Harul Harisaman
Bruder Harul Harisaman

Tidak ada yang mengetahui secara pasti, mengapa kapal-kapal ini sudah tidak digunakan lagi. Mungkin karena kapal yang ada sudah berumur, sehingga kapal-kapal ini ditinggalkan tertambat begitu saja di bibir pantai. Beberapa kapal yang ada berubah fungsi menjadi tempat tinggal ikan-ikan kecil yang terlihat berenang di tepian dan lambung kapal yang sudah keropos dimakan usia.

Horor juga ya kalo malam
Selain dapat menikmati keindahan pantai yang tenang dan pantai berpasir putih, bagi rekan-rekan yang suka kegiatan memancing, pantai Tawang Pacitan juga bisa menjadi tempat favorit untuk memancing. Pasalnya di pantai ini terdapat banyak ikan-ikan baik ukuran kecil maupun ukuran sedang. Saya tidak mengetahui jenis ikan apa, namun ikan yang berukuran seukuran dengan ikan wader atau mujahir itu banyak kita temui di tepi pantai dan memakan sisa makanan yang sengaja kami buang di dekatnya. Rekan saya Eri menyayangkan dirinya tidak membawa kail karena begitu banyak ikan yang dapat kita jumpai disana.


Panorama pantai Tawang Pacitan


Sebuah teluk kecil di tepi Samudera Hindia



Di pantai Tawang Pacitan, sepanjang mata memandang kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang lautan atau tepatnya pemandangan samudra Hindia yang sangat luas dan tenang. Tidak jauh dari pantai tersebut terdapat sebuah warung apung yang menurut salah satu nelayan yang kami jumpai di tempat pelelangan ikan, bisa kita capai dengan naik perahu nelayan. Namun karena sebelumnya kami telah membawa bekal, kamipun tidak berniat untuk menuju warung yang telah disebutkan.




Keunikan dari Pantai Tawang yang membedakannya dengan pantai-pantai lainnya di Kabupaten Pacitan adalah Pantai ini memiliki arus laut yang tidak begitu kuat sehingga kita tidak perlu khawatir akan terbawa ombak ketika mandi atau berenang disana. Di Pantai ini, juga sangat sedikit sekali terumbu karang sehingga kita akan lebih aman ketika berenang tanpa takut diri kita akan terkena oleh karang. Karena pantai ini merupakan destinasi wisata pertama dari sekian tempat wisata yang masuk ke dalam list kunjungan kami, kami memilih untuk tidak mandi atau berenang di tempat ini.

Pantai yang masih sepi seperti ini yang membuat kita akan betah berlama-lama 


Menyusuri pantai Tawang Pacitan dengan segala keindahannya rasa-rasanya membuat kami enggan untuk beranjak dari Pantai Tawang. Saya melihat jam tangan saya menunjukkan waktu tepat pukul 14:00 menandakan bahwa kami harus segera beranjak dari tempat tersebut dan menuju ke tempat wisata selanjutnya yakni pantai Soge dan pantai Klayar. Tepat pukul 14:10 kami beranjak dari Pantai Tawang Pacitan dengan meninggalkan kenangan manis disana :D


Tips bagi rekan-rekan yang ingin mengunjungi Pantai Tawang Pacitan, bila rekan-rekan hoby memancing ikan, jangan lupa membawa perlengkapan memancing, kail dan perangkat lainnya, karena akan sangat disayangkan apabila hanya melihat pantai saja tanpa mencoba menangkap ikan yang banyak kita jumpai disana. Beberapa tempat bisa rekan-rekan jadikan sebagai tempat untuk memancing, salah satunya adalah lokasi di sekitar kapal-kapal tua yang telah saya sebutkan. Selain itu kamu bisa menyewa perahu nelayan disana untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam. 

Sebelum pulang, foto dulu ya......

Jangan lupa untuk menjaga kelestarian alam, dengan membuang sampah pada tempatnya atau tidak mengotori lingkungan di sekitar pantai dengan sampah non organik serta tidak melakukan aksi vandalisme. Beberapa aksi vandalisme dengan mencoret-coret lingkungan mungkin bisa kita temui pada kapal kayu yang tertambat di pinggir pantai. Tindakan tersebut tidak layak untuk kita tiru dan mencerminkan ketidakdewasaan sikap kita.

Jangan lupa untuk mengunjungi pantai-pantai lainnya di Pacitan, terlebih bagi anda yang berasal dari luar kota. Karena akan sangat disayangkan apabila hanya mengunjungi satu pantai saja tanpa mengunjungi pantai pantai lainnya di Pacitan. Di Kabupaten ini terdapat banyak pantai dengan pemandangan yang tidak kalah indah dibandingkan dengan pantai-pantai di Kabupaten Wonogiri atau Kabupaten Kulonprogo.

Itulah sedikit pengalaman saya mengunjungi pantai Tawang Pacitan bersama dengan rekan-rekan saya. Artikel ini khusus saya buat untuk Eri, Siska, Gie, Clara, Judith, Pambayun dan Bro Harul. Terimakasih untuk kebersamaannya :)

" Tertarik untuk mengunjungi pantai Tawang Pacitan ??? "

   

Monday, 30 October 2017

menepi sejenak di air terjun sri gethuk gunungkidul, wisata air berlokasi tengah pegunungan sewu

Rute menuju Air Terjun Sri Gethuk dapat ditempuh melalui Piyungan dan melalui Imogiri. Air Terjun Sri Gethuk merupakan wisata alam yang berlokasi di Bleberan, Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Air Terjun Sri Gethuk selain menawarkan panorama alam yang indah juga menyimpan mitos atau misteri yang berkembang di masyarakat di sekitarnya. Panorama yang indah dan masih sangat alami menjadikan wisata ini patut anda kunjungi terutama bila anda berlibur ke Kabupaten Gunungkidul.

Perjalanan saya menuju ke tempat wisata Air Terjun Sri Gethuk Playen Gunungkidul dimulai dari Klaten, tempat tinggal saya. Sebelumnya, saya berencana berangkat dari Klaten sekitar jam 07:00 namun karena ada sesuatu hal, jadwal yang semula berangkat pagi harus berubah, saya berangkat dari Klaten jam 08:30. Sebelum berangkat saya harus menunggu rekan saya terlebih dahulu, dia berangkat dari Solo dengan menggunakan bus dan berhenti di Tegalmas Klaten. Kita sarapan terlebih dahulu di salah satu warung makan di daerah Klaten, pengalaman berwisata sebelum makan pagi itu tidak menyenangkan, karena jika makan di tempat wisata kita mungkin akan lebih tidak bisa menikmati makanan kita karena harus berdesak-desakan dengan pengunjung yang lain. 

air terjun sri gethuk gunungkidul


Rencana mengunjungi Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul sebenarnya sudah dari tahun lalu. Tahun lalu saya diberikan kesempatan mengunjungi Gunung Api Purba dan menjadikan Air Terjun Sri Getuk menjadi wisata tujuan no.2 setelah selesai mengunjungi Gunung Api Purba. Namun karena waktu itu hujan deras dan cuaca sangat tidak mendukung, maka kami mengurungkan diri untuk “mampir” di air terjun Sri Gethuk, padahal pada waktu itu kita sudah sampai di daerah Puskesmas Playen II yang letaknya tidak terlalu jauh dari air terjun Sri Gethukyang hanya tinggal beberapa menit perjalanan sebenarnya kita sudah sampai. Oleh karenanya perjalanan wisata kali ini merupakan rencana lama yang belum terealisasi.

Rute Menuju Air Terjun Sri Gethuk

Rute menuju Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul sebenarnya sangat mudah kita temukan. Jalan menuju tempat wisata ini sudah dilengkapi dengan penunjuk jalan yang cukup jelas dan kondisi jalanpun sudah diaspal sehingga akan sangat mudah kita lalui. Hanya saja jalan di area tempat wisata belum diperbaiki sehingga akan sedikit menyusahkan kita ketika masuk ke gerbang wisata menuju ke area parkir wisata.

  1. Rute menuju air terjun Sri Gethuk dari Yogyakarta melalui Piyungan. Bila anda berasal dari kota Yogyakarta anda bisa melakukan perjalanan melalui Prambanan ataupun melalui Gedongkuning. Dari arah kota Yogyakarta – pertigaan Janti ke selatan melalui fly over   – pertigaan Gedongkuning ke arah timur menuju ke arah Piyungan – pertigaan Piyungan naik ke arah bukit Pathuk Gunungkidul, melintasi jalan Wonosari-Yogyakarta – sampai di Lapangan Gading kita berbelok ke kanan ke arah kecamatan Playen - ikuti jalan tersebut sampai menemukan puskesmas Playen I- belok ke kanan ke arah kecamatan Paliyan – ikuti jalan tersebut – sekitar 2 km perjalanan anda akan menemukan pertigaan ( perhatikan papan penunjuk jalan ke arah air Terjun Sri Getuk Gunungkidul ) dari pertigaan tersebut kita ambil kanan dan ikuti arah saja sampai menemukan TPR pintu masuk Air Terjun Sri Gethuk Playen, Gunungkidul.
  2. Rute menuju air terjun Sri Gethuk dari Yogyakarta melalui Imogiri. Jogja - Jalan Imogiri Barat - Jalan Panggang – Kecamatan Panggang – Kecamatan Paliyan – Menuju arah Pasar Playen – Sebelum Pasar Playen belok kiri (Pertigaan arah Desa Banyusoca) - Arah Goa Rancang Kencono - Air Terjun Sri Gethuk.


Harga tiket masuk air terjun Sri Gethuk Gunungkidul 

Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu ( 1,5 jam perjalanan dari Klaten ) akhirnya kita sampai ke pintu masuk kawasan wisata air terjun Sri Gethuk Gunungkidul. Gapura pintu masuk kawasan air terjun Sri Gethuk seakan menyambut kedatangan kami berdua. Perkiraan saya hanya memerlukan waktu 1 jam perjalanan untuk sampai di Sri Gethuk. Memang pada waktu itu bertepatan dengan akhir pekan sehingga jalanan Yogya-Wonosari sangat ramai dan macet terutama pada daerah Putat dan Sambi Pitu. Sesampainya di Gapura masuk tempat wisata air terjun Sri Gethuk kami melakukan pembayaran tiket masuk dan biaya  parkir. Perhatian saya waktu itu pada tempat parkir motor yang terlihat sangat tidak terawat dilihat dari arah luar gapura, sampai-sampai lupa menunggu uang kembalian biaya tiket masuk. Untungnya petugas langsung berteriak “ mas..mas..uang kembaliannya jangan lupa “ duh malunya saya. Setelah menerima uang kembalian saya bertanya tentang parkir kendaraan bermotor apakah bisa masuk sampai dekat dengan air terjun atau harus dekat dengan pintu masuk. Petugas disana memang menganjurkan kita untuk memarkir kendaraan kita di bagian dalam dekat dengan lokasi air terjun Sri Gethuk bukan pada area parkir di daerah pintu masuk kawasan air terjun Sri Gethuk.

kondisi jalan yang seperti ini harus kamu lalui untuk bisa mencapai
air terjun Srti Gethuk

Untuk menuju tempat parkir ternyata masih memerlukan perjuangan lagi karena ternyata lokasi air terjun Sri Gethuk masih cukup jauh dari gapura masuk. Kita harus melewati jalanan yang menurun di tengah pepohonan jati yang masih banyak tumbuh di area ini. Jalanan tersebut belum diaspal dan banyak terdapat genangan air karena sebelumnya turun hujan, oleh karenanya sebaiknya anda berhati-hati ketika melintasi daerah ini. Sampai di tempat parkir kita segera memarkir kendaraan kita dan langsung menuju ke lokasi air terjun Sri Gethuk Gunungkidul.


Kawasan air terjun Sri Gethuk Playen Gunungkidul 

Hal pertama yang dapat kita temukan ketika masuk ke lokasi tempat wisata air terjun Sri Gethuk Gunungkidul adalah penjual makanan dan pakaian yang banyak terdapat di bagian samping pintu masuk. Bagi kamu yang ingin mandi atau bermain air di air terjun tapi lupa membawa pakaian ganti jangan khawatir karena di tempat ini menyediakan banyak pakaian baik celana ataupun baju ganti yang bisa kamu dapatkan dengan biaya yang cukup terjangkau. Tidak jauh dari penjual pakaian terdapat tulisan " Air Terjun Sri Gethuk " dalam ukuran yang cukup besar sebagai tanda bahwa anda sudah berada di lokasi air terjun Sri Gethuk.

air terjun sri gethuk gunungkidul


Kita harus turun untuk dapat mencapai air terjun dan melewati jalanan setapak yang cukup licin dan terbuat dari mistar. Untuk mencapai lokasi air terjun Sri Gethuk kita dapat memilih menggunakan perahu atau jalan kaki. Pada awalnya kita berbelok ke kiri dan sampai di bagian loket perahu. Di loket ini anda bisa naik perahu untuk mencapai lokasi air terjun, kita juga ditawari beberapa paket wisata Sri Gethuk diantaranya : Body Rafting, Flyng Fox dan Canyoning, setiap paket wisata memiliki biaya yang berbeda dan disertai dengan pendampingan instruktur yang terlatih. 

air terjun sri gethuk gunungkidul
Berjalan menyusuri tepian sungai Oyo

Kita lebih memilih jalan kaki menuju ke lokasi air terjun dengan melewati jalan tepatnya di bagian tepi kanan sungai Oyo. Pada waktu kami berkunjung ke air terjun Sri Gethuk Yogyakarta kami bertepatan dengan musim penghujan sehingga kondisi sungai oyo yang tenang dan jernih tidak bisa kita dapatkan melainkan kondisi sungai yang berwarna coklat kotor ditambah dengan arus yang mengalir cukup deras. 

air terjun sri gethuk gunungkidul
salah satu cara untuk meruju lokasi air terjun adalah dengan naik perahu

Jika berjalan kaki kita harus menempuh perjalanan sekitar 10 menit dengan berjalan dari arah pintu masuk menuju ke lokasi air terjun. Di kawasan ini masih sangat alami dengan pemandangan sekitar yang masih sangat hijau. Kita dapat melihat aktifitas warga yang sedang melakukan kegiatan bertani dan mencari rumput untuk pakan ternak mereka. Setelah beberapa waktu berjalan kita belum sampai di lokasi air terjun Sri Gethuk dan bertanya kepada salah satu ibu-ibu penjual makanan yang lewat dan berpapasan dengan kami. 

nyuwun pangapunten bu, badhe nyuwun pirso, air terjunipun tasih tebih mboten nggih ??“ 
Penjual makanan : “ Kog ndak naik perahu mawon mas to mas??, lebih cepet sampai, air terjune namung mriku kog, mboten tebih, wonten tikungan belok mengiwo

Begitulah percakapan saya dengan penjual makanan yang kebetulan berpapasan di jalan. Sesuai dengan anjuran dan petunjuk dari ibu-ibu tadi, kita menyusuri jalanan dan berbelok ke arah kiri ketika sampai di belokan di tengah area persawahan, setelah agak jauh berjalan “kog g sampai-sampai to??!!”, beitulah kata yang terucap dari mulut rekanku. Mungkin ukuran dekatnya warga sekitar dengan ukuran dekatnya kita berbeda jawabku...tidak beberapa jauh melangkah benar saja, Sampailah kita pada sebuah bangunan tempat penjagaan kawasan air terjun Sri Gethuk Gunungkidul. Tempat ini juga sebagai tempat pemberhentian wisatawan yang memilih menggunakan perahu untuk menuju lokasi air terjun.


Pesona keindahan air terjun Sri Gethuk 

Sesampainya di bangunan pos penjagaan kita tidak langsung bisa menemukan air terjun Sri Gethuk karena lokasinya cukup tersembuyi di balik pepohonan. Apabila kita sedikit ke bagian samping pos penjagaan barulah kita dapat melihat air terjun Sri Gethuk dari dekat. Terlihat air jernih mengalir diantara bebatuan menuju ke arah sungai Oyo. Kondisi air terjun Sri Gethuk jauh dari perkiraan kami ketika kami tiba di lokasi ini, di awal kami sudah berpendapat bahwa kemungkinan air terjun akan sangat keruh karena pada waktu itu musim penghujan dan air aliran sungai Oyo terlihat kecoklatan karena bercampur dengan lumpur, hal itu tidak kami temukan di aliran air terjun Sri Gethuk. Air yang mengalir dari atas tebing terlihat jernih. Tiba di lokasi ini kita bertemu dengan beberapa pengunjung yang datang lebih dulu, beberapa diantaranya mandi dan bermain air  dan sisanya memilih untuk duduk-duduk di tempat duduk yang telah disediakan di bagian samping air terjun.

air terjun sri gethuk gunungkidul
lokasi air terjun di balik pepohonan 

Karena sudah jauh-jauh datang ke tempat tersebut tidak puas rasanya kalau tidak bermain air. Sebelum kami bermain air, kami memilih untuk naik ke sisi sebelah kiri dan mengabadikan beberapa pemandangan yang bisa tertangkap dengan lensa kamera kami. Terlihat air dengan cukup deras jatuh dari atas ketinggian dan membentuk sebuah kolam kecil di bawahnya, kolam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk mandi bagi para pengunjung yang datang. Tidak seperti di air terjun lainnya yang aliran airnya sangat deras dan langsung jatuh menimpa permukaan tanah, aliran air terjun di wisata air terjun Sri Gethuk tidak langsung jatuh ke bagian bawah melainkan melewati beberapa trap atau menimpa tebing terlebih dahulu sebelum sampai ke permukaan tanah. Hal ini justru menjadi pemandangan yang menarik, karena cipratan air dari tebing terbias oleh cahaya matahari dari bagian atas menjadikan butiran butiran kecil mirip dengan embun. Di area ini juga terdapat beberapa aliran air yang lain tepatnya di sisi sebelah kiri. Kita harus naik ke bagian atas tebing kecil terlebih dahulu untuk dapat menjangkaunya.

air terjun sri gethuk gunungkidul
pemandangan yang seperti ini yang jarang bisa kita lihat di kota

Di lokasi bawah air terjun terdapat sebuah larangan untuk berhati-hati dan tidak mendekati tebing karena kawasan tersebut rawan terjadi longsor. Memang benar, dilihat dari beberapa bongkahan batu disekitar air terjun tersebut memang terlihat sebagai sisa dari longsoran terdahulu dan masih besar kemungkinan tebing di bagian hilir dari air terjun dapat terjadi longsor. Oleh karenanya bagi kamu yang mengunjungi tempat ini sebaiknya berhati-hati dengan mematuhi aturan yang ada.

air terjun sri gethuk gunungkidul
si item orange ikut nampang

Karena pada waktu itu siang hari dan udara sekitar sangat panas, kami memilih untuk mencari tempat untuk berteduh tepatnya di bagian sisi kiri dari air terjun. Lokasi yang menjadi tempat yang ideal untuk dapat menikmati air terjun dari atas ketinggian sambil melihat derasnya aliran sungai Oyo yang berwarna keruh. Bila anda mengunjungi di blog lain mungkin anda akan mendapati pemandangan air yang berwarna hijau tosca yang terdapat di sekitar tepi sungai. Aliran air tersebut dimungkinkan karena adanya batuan kapur yang mengendap di bagian dasar sungai dan akan berwarna terutama bila terkena sinar matahari, mirip dengan air yang berada di air terjun Kedung Pedut kulonprogo. Meskipun aliran air yang pada saat itu sangat deras dan berwarna keruh hal itu tidak menyurutkan niat para pencari ikan yang dapat kita temui pada sisi seberang dari air terjun. Sayangnya kami tidak bisa mendokumentasikan para pencari ikan karena kamera smartphone kami tidak terlalu bagus untuk mengambil gambar dari kejauhan.


Mitos air terjun Sri Gethuk

Mengutip informasi dari beberapa blog, saya menemukan mitos mengenai air terjun Sri Gethuk, mitos yang berkembang di masyarakat bahwa air terjun Sri Gethuk konon merupakan tempat yang cukup angker. Mengapa demikian? Air terjun Sri Gethuk dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat yang dihuni sebangsa Jin. Jin yang menyukai instrument terutama suara gamelan menjadikan daerah air terjun Sri Gethuk sebagai tempat untuk menyimpan salah satu alat musik gamelan yang disebut dengan “kethuk”. Sampai saat ini konon masyarakat sekitar masih saja mendengar suara yang dihasilkan alat musik tersebut.

Fenomena geologi air terjun Sri Gethuk

Sungai yang berasal dari ketinggian pematang batu gamping, memotong tebing batuan dan membentuk air terjun yang sebelum akhirnya memotong sungai Oyo membentuk george. Air terjun ini terbentuk pada batu gamping berlapis dengan formasi Oyo yang tersingkap di daerah Plato Wonosari. Batu Gamping yeng terbentuk di laut dangkal  antara 15- 2 juta tahun lalu ini bersisipan dengan napal.

Fasilitas di air terjun Sri Gethuk Playen Gunungkidul

Bila anda mengunjungi ke air terjun Sri Gethuk Playen Gunungkidul, selain dapat menikmati keindahan dari air terjun, anda juga dapat menikmati fasilitas lainnya yang disediakan oleh pihak pengelola. Beberapa fasilitas di tempat ini yang bisa anda manfaatkan diantaranya adalah :
  • Area pemancingan. Di Air terjun kog ada area pemancingan ?! memang ada kawan tepatnya di sisi kanan pintu masuk setelah tempat parkir kendaraan bermotor. Di area ini anda bisa melakukan kegiatan memancing dengan membayar biaya yang ditetapkan pihak pengelola. Pada saat saya kesana area ini sepi pungunjung, adanya hanyalah beberapa anak yang sibuk dengan alat pancing mereka.
  • Body rafting. Bila  kamu suka olahraga air dan tidak cukup hanya bermain aiar atau basah-basahan di air terjun kamu bisa melakukan body rafting. Body rafting akan ditemani aleh pemandu yang terlatih dan kamu akan diajak menyusuri sungai oyo dengan dibekali peralatan yang safety berupa pelampung. Untuk dapat menikmati fasilitas ini kamu bisa membayar Rp. 35.000;
  • Flyng fox. Selain terdapat area pemancingan dan body rafting, kamu juga bisa melakukan flyng fox. Flyng fox di tempat ini memiliki lintasan sepanjang 125 m dengan meluncur di atas permukaan aliran sungai Oyo.
  • Canyoning. Bagi kamu yang suka akan tantangan di atas ketinggian kamu juga bisa melakukan canyoning atau rapling dengan menuruni sisi aliran air terjun Sri Gethuk dengan menggunakan tali. Jangan kawatir kamu akan terjatuh, terdapat beberapa instruktur yang siap memandumu dan membantumu bila kamu menemui kesulitan.

Sarana dan prasarana di air terjun Sri Gethuk 

Parkir yang luas. Pada awalnya kami beranggapan bahwa hanya sepeda motor saja yang bisa mencapai lokasi air terjun Sri Gethuk, namun ternyata kendaraan beroda empat bahkan minibus juga dapat mencapai kawasan ini. Terdapat area parkir yang cukup luas untuk bisa menampung kendaraan pengunjung yang datang ke tempat ini. Namun sangat disayangkan area parkir termasuk belum memadai karena tidak dilengkapi dengan atap sehingga apabila hujan turun maka kendaraan termasuk helm anda akan basah.
Toilet dan kamar mandi. Tidak lengkap rasanya jika suatu tempat wisata tidak dilengkapi dengan toilet atu kamar mandi. Di kawasan air terjun Sri Gethuk terdapat beberapa toilet serta kamar mandi yang bisa anda gunakan sebagai tempat untuk mandi dan membersihkan diri setelah selesai bermain air.

air terjun sri gethuk gunungkidul
gszebo yang bisa dijadikan tempat untuk beristirahat
Gazebo di beberapa tempat. Di  kawasan air terjun Sri Gethuk terdapat beberapa gazebo yang bisa andai pakai untuk beristirahat. Bagi yang membawa anak kecil dengan adanya gazebo ini akan sangat membantu. Anda bisa beristirahat di gazebo dan memesan aneka makanan yang dijajakan oleh penjual di sekitar air terjun.
Mushola. Di tempat wisata air terjun Sri gethuk juga menyediakan sebuah mushola bagi anda yang menjalankan sholat. Lokasi ,ushola ini terdapat dekat dengan lokasi pemancingan. 

Informasi lainnya


Informasi
Keterangan
Alamat air terjun Sri Gethuk
Bleberan, Playen, Bleberan, Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Biaya masuk wisata air terjun
Rp.10.000;
Biaya parkir sepeda motor & bus
Rp.2.000; & Rp 15.000;
Biaya body rafting, Flyng Fox & Canyoning
Rp. Rp.35.000, Rp.25.000; & Rp 125.000 ( minim 10 orang )
Transportasi umum
Beum ada
Lama perjalanan dari yogyakarta
1,5 jam
Wisata terdekat
Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran

Tempat wisata Air Terjun Sri Gethuk Playen Gunungkidul menawarkan pesona alam yang sangat indah dan dapat jadikan salah satu tujuan wisata anda ketika berlibur di Yogyakarta khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Selain dapat melihat keindahan dari air terjun, anda juga dapat melihat keindahan alam khas pegunungan sewu dengan bukit kapur yang menjulang tinggi dan dapat melihat akltifitas warga sekitar dalam bercocok tanam mengelola lahan pertanian. Usaha masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri sangat terlihat bila kita mengunjungi kawasan ini. Aliran air baik itu di sungai maupun di beberapa parit di wilayah tersebut tidak terdapat sampah yang biasa kita lihat di beberapa kota besar. Namun agaknya ada beberapa hal yang perlu dibenahi oleh pihak pengelola wisata ini. Selain fasilitas area parkit yang kurang memadai, akses jalan masuk ke area ini mungkin juga perlu dibenahi. Memang dengan manuruni jalanan setapak yang belum diaspal atau dimistar akan memiliki kesan alami, namun hal ini akan berbahaya bilamana musim hujan tiba sehingga pengunjung yang lewat akan akan beresiko tergelincir.

Sekian pengalaman saya mengunjungi wisata Air Terjun Sri Gethuk yang berada di kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul ini. Air terjun ini apabila di hari-hari biasa cukuplah sepi akan pengunjung, sehingga menjadi tempat yang ideal bagi kita untuk sekedar menepi.

  

Blusukan ke air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo, Yogyakarta

Air Terjun Grojogan Sewu, Kulonprogo, Yogyakarta berlokasi di Desa Beteng, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Rute untuk sampai ke air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo sangat mudah kita temukan. Lokasi air terjun ini tidak berjarak kurang lebih 2 km dari pasar Jonggrangan, Kulonprogo.

Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta sudah mencuri perhatian saya akhir-akhir ini karena alamnya yang indah serta memiliki tempat wisata yang unik untuk dikunjungi. Memang jika kita berbicara wisata alam yang berada di Yogyakarta seakan tidak akan ada habisnya. Di Kabupaten yang mendapat sebutan sebagai The Jewel of Java ini setidaknya memiliki beberapa wisata berupa kawasan air terjun. Salah satu air terjun yang berada di Kabupaten ini adalah air terjun Grojogan Sewu yang letaknya tidak jauh dari air terjun Kedung Pedut dan air terjun Kembang Soka.

air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo
air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo


Air Terjun Grojogan Sewu Kulonprogo berbeda dengan air terjun Grojogan Sewu yang berada di Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah. Memang keduanya memiliki nama atau sebutan yang sama namun meskipun memiliki sebutan yang sama, kedua air terjun ini memiliki karakteristik yang berbeda. Air terjun Grojogan Sewu yang berada di Kulonprogo memiliki ketinggian yang jauh lebih rendah dibanding dengan air terjun Grojogan Sewu yang berada di Karanganyar. Namun meskipun lebih rendah, bukan berarti air terjun ini kalah menarik. Lokasinya yang tersembunyi di kawasan perbukitan serta panorama alam sekitarnya yang masih sangat asri dan alami membuat nilai lebih kawasan wisata air terjun ini. Hal itu, ditambah lagi dengan lokasinya yang berdekatan dengan kawasan wisata alam lainnya yakni air terjun Kedung Pedut, air terjun Kembangsoka serta Taman Sungai Mudal membuat wisatawan akan memiliki tempat tujuan alternatif lainnya.

Rute menuju air Terjun Grojogan Sewu Kulonprogo Yogyakarta     

Rute menuju air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo dari Yogyakarta - Tugu Yogyakarta ke barat - Ringroad Barat - Jalan Godean - Pasar Godean - Melewati Jembatan Sungai Progo- Perempatan Bangjo Nanggulan - Lurus menuju ke arah wisata Goa Kiskendo ( Melewati Tanjakan Perbukitan menoreh yang panjang )  ikuti jalan tersebut sampai menemukan perempatan pasar Jonggrangan - Pasar Jonggrangan - dari pasar Jonggrangan maju sedikit ada pertigaan di sisi kiri jalan- ikuti jalan tersebut. Untuk bisa sampai ke Grojogan Sewu Kulonprogo rekan-rekan harus menempuh perjalanan sekitar 2 km lagi melewati jalan perkampungan yang masih sepi. Perhatikan penunjuk jalan yang sudah tersedia disana.

Rute atau jalan menuju ke air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo juga dapat rekan-rekan tempuh melalui jalur menuju ke air terjun Kedung Pedut atau air terjun Kembangsoka. Dari pertigaan sesudah wisata Goa Kiskendo kita ambil ke arah kiri menuju ke Kokap, Wates atau waduk Sermo. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan pertigaan ( perhatikan papan penunjuk arah ). Kita belok ke kiri dan harus menempuh jarak sekitar 2 km untuk bisa sampai ke lokasi air terjun Grojogan sewu Kulonprogo.

Rute Menuju  air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo

Rute Menuju  air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo
Rute Menuju  air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo
Saya berangkat dari Klaten sekitar jam 7 pagi dan sengaja berangkat pagi untuk mengantisipasi kemacetan di Kota Yogyakarta. Di sepanjang perjalanan menuju ke air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo kita akan dimanjakan dengan keindahan pemandangan Perbukitan Menoreh yang masih nampak sangat hijau. Hamparan padi yang mulai menguning dapat terlihat di kawasan setelah perempatan nanggulan. Sampai di pertigaan pasar Jonggrangan, untuk bisa sampai ke air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo kita harus belok ke kiri kurang lebih 2 km memasuki jalanan setapak di tengah perkebunan warga. Melewati jalanan di daerah ini saya sudah bisa membayangkan kondisi air terjun yang masih sepi dan alami.


Rute Menuju  air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo
Rute Menuju  air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo
Pasalnya jalan masuk ke lokasi air terjun masih tergolong sepi dan jalanan yang ada masih dalam tahap perbaikan dengan tatanan batu meskipun sebagian sudah dimistar. Di jalan masuk ke arah air terjun kita bisa menemukan penduduk sekitar yang sedang menggarap ladang mereka, mencari rumput untuk pakan ternak dan beberapa diantaranya sedang mencari kayu bakar. Saat itu saya menemui seorang ibu-ibu yang membawa pakan ternak dan sempat bertanya kepadanya tentang lokasi air terjun. Beliau menginformasikan kepada saya, untuk bisa sampai air terjun Grojogan Sewu kita harus berbelok ke arah kanan di pertigaan depan kami. segeralah kami memacu kendaraan melewati jalanan yang berkelok untuk bisa segera sampai di air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo. Tepat pukul 09:00 saya sudah sampai di lokasi air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo yakni di Desa Beteng, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Sampai di kawasan ini kami memarkirkan kendaraan di salah seorang rumah warga sekitar dan setelah itu menuju ke loket yang menyediakan tiket masuk. Dengan membayar Rp.4.000; kita sudah bisa menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo.

Mitos air terjun Grojogan Sewu

Pintu Gerbang Rute Menuju  air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo
Pintu Gerbang Rute Menuju  air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo


" Selamat datang di Grojogan Sewu " Itulah tulisan yang berada di dekat gapura masuk air terjun. Di dekat gapura masuk  terdapat sebuah papan informasi mengenai asal usul serta peta dari air terjun Grojogan Sewu. Darisana dapat saya peroleh informasi bahwasanya air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo memiliki kaitan erat dengan legenda pewayangan Mahabarata. Konon, Prabu Kresna meminta kakaknya, Prabu Baladewa untuk bertapa di Grojogan Sewu Kulonprogo agar kakaknya tidak ikut perang Baratayudha, sehingga saat perang pecah, Prabu Baladewa tetap bertapa. Tidak jauh dari air terjun terdapat Goa yang disebut dengan Goa Pleret oleh masyarakat sekitarnya. Banyak yang percaya bahwa di tempat ini Prabu Baladewa bertapa.    

Lokasinya yang tersembunyi

Tidak mau membuang banyak waktu, segeralah saya menuju ke lokasi air terjun Grojogan Sewu. Menurut petugas yang menjual tiket masuk, jarak antara pintu masuk dengan lokasi air terjun kurang lebih 100 meter dengan melewati jalanan yang sudah di semen dan melewati kebun milik warga sekitar. Sama halnya dengan beberapa wisata alam yang berada di Kulonprogo, untuk bisa mencapai lokasi air terjun kita harus berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh. Memasuki area wisata air terjun Grojogan Sewu kita akan disuguhkan dengan panorama perbukitan menoreh yang masih sangat asri dan vegetasi disana masih cukup lebat. Pada waktu itu sangat sedikit pengunjung yang datang berkunjung di tempat ini meskipun hari itu adalah hari Minggu. Suara kumbang atau serangga hutan yang lain seakan saling bersahutan, satu dengan yang lainnya dan menjadi pengiring perjalanan kita melewati hijaunya kawasan air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo. 

Lokasi air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo yang masih tersembunyi


Tidak sampai 15 menit melangkah saya sudah sampai di penghujung jalan. Dari atas bukit kecil terdapat beberapa gazebo yang telah disediakan oleh pengelola bagi pengunjung yang hendak beristirahat. Dari arah gazebo ini kami sudah bisa mendengar suara gemericik air dari arah bawah pertanda jarak air terjun yang sudah dekat dengan kita. Kami menyusuri jalan setapak menuju sungai yang berada di bawah gazebo dan benar saja, kami sudah bisa melihat air terjun yang dimaksud yakni air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo. 


Lokasi air terjun Grojogan Sewu terletak di tengah-tengah area pepohonan dan sulit terlihat apabila kita berada di bagian atas bukit. Sehingga apabila kita ingin melihat keindahan air terjun ini kita harus turun menyusuri tepian aliran sungai dan melewati jalanan yang terbuat dari tatanan batu di sekelilingnya. Berbeda dengan air terjun Grojogan Sewu atau biasa menyebutnya sebagai Tawangmangu yang berada di Karanganyar Jawa Tengah. Air terjun Gerjogan Sewu Kulonprogo memiliki ketinggian sekitar 7-10 meteran, jauh dibandingkan dengan ketinggian air terjun Grojogan Sewu Karanganayar yang memiliki ketinggian puluhan atau mungkin ratusan meter. Meskipun demikian air terjun ini tidak kalah menarik terlebih bagi saya yang tidak suka dengan tempat wisata yang terlalu ramai, lokasi ini sangat cocok bagi kita untuk menepi menenangkan pikiran kita diantara alam sekitar.


Di lokasi air Terjun Grojogan Sewu Kulonprogo atau lebih tepatnya di bagian tepi tempat jatuhnya air atau grojogan terdapat sebuah gubuk yang bisa kita manfaatkan untuk beristirahat. Kita bisa menyusuri jalan batu di tepi air terjun untuk bisa sampai gubuk tersebut. Namun saya lebih memilih menyusuri aliran sungai dan merasakan derasnya arus di sungai tersebut sambil mengabadikan beberapa gambar yang bisa saya ambil di sepanjang aliran sungai di bagian bawah air terjun. Pada saat saya kesana warna air di lokasi itu berwarna kecoklatan. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya endapan lumpur yang terbawa aliran sungai karena hujan yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu ini. 

Keindahan air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo

Air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo memang masih sangat alami. Beberapa sarana prasarana di tempat ini dibuat dari bahan alami dan bukan merupakan bahan permanen seperti berbahan semen. Namun justru hal tersebut membuat daya tarik tersendiri bagi saya yang suka akan tempat yang masih alami serta jauh dari keramaian. Air yang mengalir di sungai sepanjang aliran air terjun Grojogan Sewu pada saat kami kesana cukup deras. Sungai yang berada di tempat ini juga bebas dari sampah-sampah non organik. Agaknya masyarakat yang tinggal di kawasan ini sudah sadar akan kelestarian lingkungan sekitarnya.


Setelah selesai menyusuri air terjun, sayapun menyempatkan diri untuk berhenti sejenak di tepi tempat jatuhnya air terjun. Dari atas sini nampak aliran sungai yang berasal dari air terjun membelah alam, membasahi daerah di sekitarnya dan menjadikan daerah di sepanjang aliran air menjadi daerah yang subur dan dipenuhi pepohonan yang lebat dan berukuran besar. Di bagian bawah tempat jatuhnya air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo terdapat sebuah bongkahan batu berukuran cukup besar dan bisa dijadikan sebagai tempat bagi kita untuk berfoto dengan latar belakang air terjun Grojogan Sewu.

Walaupun lokasi air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo cukup jauh dari pemukiman warga dan sarana prasarana di tempat ini sangat sederhana, namun fasilitas di tempat ini cukup lengkap. Fasilitas yang ada di tempat ini diantaranya adalah : Beberapa gazebo sebagai tempat beristirahat, toilet, mushola dan beberapa tempat sampah yang tersedia di beberapa sudut. Diharapkan dengan adanya tempat sampah tersebut pengunjung tidak membuang sampah sembarangan agar tempat ini dapat terjaga kelestariannya.




Jalan ke air terjun Grojogan Sewu menurut saya lebih baik dibiarkan seperti itu hanya saja mungkin perlu ditambah lagi penghalang dari kayu agar tidak meninggalkan kesan alami mengingat beberapa penghalang di tempat ini sudah rusak dimakan usia. Oya bagi kamu yang mau berkunjung di tempat ini lebih disarankan memakai sandal dengan grip tebal seperti sandal gunung karena beberapa tempat sangat licin dan jangan lupa untuk membawa baju ganti karena kamu mungkin akan tergoda untuk berbasah-basah ria merasakan kesegaran air di air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo :)

" Bagaimana tertarik mengunjungi air terjun Grojogan Sewu Kulonprogo ? "