Umbul Brintik Klaten, merasakan kesegaran mata air nan jernih dan alami

Umbul Brintik Klaten. Kabupaten Klaten memiliki banyak mata air atau umbul yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber mata air untuk keperluan kebutuhan air minum, keperluan irigasi, perikanan ataupun sebagai tempat wisata seperti umbul manten. Di daerah tempat tinggal saya, terdapat sebuah kawasan yang memiliki cukup banyak mata air, daerah tersebut berada di Kecamatan Kebonarum, Klaten. Di daerah ini, sumber mata air banyak dimanfaatkan untuk keperluan perikanan selebihnya digunakan untuk keperluan irigasi dan wisata. Di daerah ini pula terdapat tempat pemandian alami yang bernama umbul Pluneng yang konon sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan masih bertahan sampai saat ini. Namun dikesempatan kali ini saya ingin bercerita tentang kunjungan saya ke Umbul Pluneng, melainkan ke Umbul Brintik yang lokasinya berada sekitar 3-4 km di utara Umbul Pluneng.

umbul brintik Kebonarum Klaten
beningnya air di Umbul Brintik


Rute menuju Umbul Brintik Kebonarum Klaten

Umbul Brintik berada di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. Jalan menuju ke Umbul Brintik sangat mudah untuk kita lalui. Pertigaan dari arah Pabrik Gula Gondang ke utara - Pertigaan Basin - ambil kiri, ikuti jalan kurang lebih 3 km - Perempatan Pasar Pokoh - ambil kanan 2 km - sampai menemukan gapura masuk desa Malangjiwan, ambil jalan di sisi kanan desa. Umbul Brintik berada di sisi kanan jalan.

Lokasi Umbul Brintik berada di pinggir desa, atau tepatnya berada di tepi area persawahan. Umbul ini menjadi tempat favorit belajar berenang karena memiliki kedalaman tidak lebih dari 1,5 meter. Dahulu di kawasan ini tidak disediakan tempat parkir dan untuk masuk ke dalamnya tidak dikenakan biaya. Parkirnyapun masih di sebelah pematang sawah. Namun beberapa tahun terakhir, untuk bisa masuk ke dalam umbul kita harus membayar Rp.3000; serta sudah disediakan tempat parkir di sebelah timur meskipun masih belum layak disebut tempat parkir.

umbul brintik Kebonarum Klaten
warung makan di sisi timur umbul


Sesampainya di Umbul Brintik kita akan menemukan banyak orang yang berjualan di sisi luar pemandian. Beberapa menawarkan jasa pelampung untuk kita kenakan ketika berenang di dalam umbul. Meskipun tergolong dangkal, bagi beberapa orang yang tidak bisa berenang adanya penyewaan pelampung dirasa cukup membantu, terlebih bagi pengunjung yang membawa buah hati mereka untuk diajak berenang. Harga yang ditawarkan masih sangat terjangkau dan masih bisa ditawar :D. Memang di sisi selatan Umbul Brintik disediakan kolam khusus anak-anak dengan kedalaman air tidak sampai setinggi lutut orang dewasa yang belum dipugar belum lama ini, namun bagi yang ingin mengajak anaknya berenang di dalam Umbul Brintik tidak ada salahnya melengkapinya dengan pelampung. 

umbul brintik Kebonarum Klaten
kolam renang untuk anak

Umbul Brintik sendiri merupakan sebuah pemandian atau kolam renang alami yang memiliki luas kurang lebih  400 meter persegi. Di sekeliling tempat pemandian ini dibangun tembok melingkar yang seringkali digunakan tempat bagi anak-anak untuk terjun dan melakukan gerakan salto sebelum masuk ke dalam air. Masuk ke dalam area umbul, saya mendapati banyak orang yang memanfaatkan tempat ini untuk mandi dan berenang. Meskipun siang sangat panas, air di Umbul Brintik ini terasa cukup  dingin dan segar. Hal itu dikarenakan air yang ada berasal dari mata air yang mengalir di bagian dasar umbul.

umbul brintik Kebonarum Klaten

Sesampainya di dalam area Umbul Brintik saya tidak langsung berenang, namun duduk sejenak dan memperhatikan beberapa anak-anak yang sedang asik berenang disana. Anak-anak tersebut seolah tanpa rasa takut melompat dari atas pagar sesekali beberapa diantara mereka melakukan gerakan salto dipinggir umbul. Hal yang mungkin tidak pernah saya lakukan di usia-usia seperti mereka. 

umbul brintik Kebonarum Klaten
terbang :D

Tidak hanya banyak dikunjungi oleh anak-anak dan kelompok muda saja, namun Umbul Brintik juga banyak dikunjungi oleh lansia. Terlihat beberapa lansia memanfaatkan tempat ini untuk mandi dan beberapa diantaranya terlihat saling bertegur sapa dipinggir kolam pemandian.

pernah coba gerakan ini??? 


Saya tidak mengetahui secara pasti mengapa umbul ini disebut sebagai Umbul Brintik. Namun cerita dari orang tua saya, konon umbul ini disebut umbul Brintik karena banyaknya gelembung udara yang berasal dari dasar umbul. Gelembung udara yang muncul di permukaan air akan dapat terlihat ketika kondisi air tenang ( Dalam Bahasa Jawa Brintik berarti bentol-bentol atau bergelembung ). Tidak seperti umbul atau kolam renang pada umumnya yang pada bagian dasarnya dimistar, bagian dasar umbul Brintik sengaja dibiarkan begitu saja dan masih berupa pasir dan bebatuan. Berenang di Umbul Brintik Klaten membuat kita berasa berenang ditengah alam. Meskipun kondisinya berada ditepi sawah yang gersang namun disisi selatan dari umbul terdapat beberapa pepohonan tinggi dan menambah keasrian tempat ini.

semangat bu :D

Di bagian samping bawah dari Umbul Brintik juga dibuat kolam penampungan air dari air buangan yang berasal dari kolam di bagian atasnya. Air yang ada kemudian disalurkan ke parit-parit kecil dan digunakan untuk keperluan lainnya seperti keperluan irigasi dan keperluan budidaya ikan.  

air yang berasal dari kolam pemandian dialirkan ke kolam penampungan 


Fasilitas di Umbul Brintik meskipun masih sangat minim namun saya rasa cukup untuk ukuran sebuah pemandian di pinggir desa. Fasilitas di tempat ini diantaranya adalah : dua kamar bilas sekaligus kamar ganti, tempat duduk di tepi pemandiann, mushola disisi barat dan serta beberapa warung makan yang banyak kita jumpai ditimur area pemandian. 

fasilitas di Umbul Brintik

Harapan saya sebagai warga Klaten, semoga kedepannya Umbul Brintik dapat dikembangkan dan dibenahi mengingat di beberapa bagian sudah mengalami kerusakan. Pengembangan tempat ini harus tetap menjaga kelestarian alam serta menjaga kualitas mata airnya, bukan semata-mata hanya digunakan sebagai tempat menaruh barang-barang berkarat demi sebuah foto selfie didalam air yang tentu akan berdampak pada tercemarnya sumber mata air.


" Tertarik mengunjungi Umbul Brintik Klaten " 

Subscribe to receive free email updates:

15 Responses to "Umbul Brintik Klaten, merasakan kesegaran mata air nan jernih dan alami"

  1. Pertanyaannya: kenapa klaten begitu banyak umbul mas? Adakah penjelasan khusu menenai hal ini? Setauku klaten itu datar ya? Kecuali yg di lereng merapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entah kenapa mas :D saya jg tidak tahu...mungkin krna di kawasan lereng Merapi...aliran airnya dr atas ke sisi bawah arah kota...dl pernah ada penelitian di kawasan stasiun bagian bawahnya jg terdapat aliran sungai basah tanah ukurannya ckp besar

      Delete
  2. ini umbul2an lagi ya
    duh seger banget
    tapi kayaknya asyik gak begitu rame gitu biar bisa puas kalo mo mandi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Datangnya kalo pagi" mas dijamin sepi :D

      Delete
  3. Sepertinya ini terlihat lebih luas ya mas, tapi lagi-lagi beningnya air pengen kesana aku, penasaran juga mas.he

    Terlihat ramai terus ya, Mas. Itu foto di atas, bisa pas gitu pas anak loncat mas..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gowes kesini mas Andi..masih ada beberapa umbul lagi...sekalian mampir ke candi merak atau museum gula Jawa tengah.. nunggu lama mas..soale g bilang kalo mau tak ambil gambarnya hehehe

      Delete
  4. Kunjungan balik, hehehe.

    Klaten ini saya cuma numpang lewat doang kalau mau ke Jogja, hahaha. Belum pernah sekali pun main ke umbul-umbulnya yang melimpah. Umbul Ponggok yang tenar aja belum pernah, ini ada umbul lagi wkwkwk.

    Barangkali ini berkahnya berada di kaki gunung berapi ya, dikaruniai mata air yang melimpah. Semoga tetap terjaga dengan baik dan harus disyukuri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, berkahnya tinggal di kaki gunung Merapi :D kapan" mampir kesini mas....

      Delete
  5. Iyaa... Klaten emang kaya mata air. Tapi aku belum pernah ke Umbul Brintik. Kayaknya kalau main ke sana seru karena belum seramai yang lain ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan salah mbak....tiap sore pasti ramai kog hehehe...tapi ya lebih sepi daripada ponggok...

      Delete
  6. jadi inget cangar di Batu...saya agak ngeri ngliat foto anak2 jungkir balik...soalnya saya nggak bisa renang,,,wkkkk

    ReplyDelete
  7. saya juga bisa renang karena terpaksa mbak wkkk karena ujian sekolah...cangar batu itu jg pemandian ya?

    ReplyDelete
  8. Suka kalimat penutupnya hahaha. Kadang juga heran kenapa umbul yang terlalu hits itu gemar turunin benda berkarat di sumber mata air. Lama-kelamaan air jadi tercemar oleh zat yang seharusnya tak ditanam di sana. Yosef asli Klaten ya? Boleh nih kapan-kapan meet up. Mau jelajah bekas pabrik gula di Klaten nih hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Halim, iya mas asli klaten, saya jg sering jalan" ke Solo lho :D hayuk mas....kesananya ngepasi waktu giling tebu aja...biar yg tau proses pembuatan gula pasir

      Delete
  9. tempat yang sangat menyenangkan dan membuat saya menjadi terangsang untuk ikut nyemplung, hehehehe

    ReplyDelete