Terpesona keindahan pantai Tawang pacitan

Pantai Tawang Pacitan. Mungkin pantai ini belum setenar pantai Klayar, pantai Soge atau pantai Teleng Ria. Ketiga pantai tersebut sudah cukup popular sebagai destinasi unggulan dari Kabupaten Pacitan yang dikenal sebagai " kota seribu goa". Lokasinya berada di ujung timur dari Kabupaten Pacitan dan wisatawan haruslah menempuh rute cukup jauh, yakni 28 km lagi dari kota Pacitan untuk bisa mencapai Pantai ini. Jarak yang cukup jauh dari kota Pacitan dan minimnya informasi menyebabkan pantai ini masih sepi oleh pengunjung. Namun siapa yang menyangka, di pantai yang masih sepi ini ini kita bisa mendapatkan view yang indah dan suasana yang cukup tenang untuk bisa menghabiskan waktu di pantai yang memiliki pasir yang berwarna putih. Selain bisa melihat keindahan pantai dengan hamparan pasir putih kita juga bisa melihat aktifitas nelayan dalam mencari ikan serta bisa melihat  kapal-kapal dengan ukuran besar merapat di bibir pantai. 

Pantai Tawang pacitan
Pantai Tawang pacitan

Perjalanan saya ke Pantai Tawang Pacitan bermula berkat ajakan oleh seorang senior atau mantan pembimbing klinik yang saat ini menjadi rekan saya dalam bekerja. Beliau adalah perawat multitelenta yang pernah bersama dengan saya ketika mengikuti kegiatan Rafting di Sungai Elo Magelang. Dia mengatakan bahwa di ujung timur dari Kabupaten Pacitan terdapat sebuah pantai dengan kondisi masih sepi serta terdapat pelabuhan ikan yang bisa kita tempuh kira-kira satu jam perjalanan dari Kota Pacitan. Karena tertarik dengan tempat yang masih sepi dan belum terlalu terexplore, akhirnya saya bersama dengan beberapa rekan kerja saya sepakat untuk berangkat menuju pantai Tawang Pacitan dengan metting point di Yogyakarta.

Lokasi Pantai Tawang

Pantai Tawang Pacitan berlokasi tepatnya di desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Untuk menuju ke Pantai Tawang seperti yang sudah saya informasikan sebelumnya, kita harus menempuh kurang lebih 28 km dari kota Pacitan melalui Sirnoboyo arah pantai Soge. Dari pantai Soge Pacitan kita masih menempuh perjalanan kurang lebih 10-15 km lagi. Jalan menuju ke pantai Tawang termasuk jalan yang mudah kita lalui. Maklum saja karena yang kita lewati adalah jalur lintas selatan yang tergolong jalan baru serta mudah diakses dari kota Pacitan. Kami berangkat dari Yogyakarta pukul 08:00 melewati Gunungkidul - Pacimantoro Wonogiri - Pacitan dengan menyusuri jalur selatan. Kami menempuh 4,5 jam perjalanan dari Yogyakarta sampai ke Pantai Tawang Pacitan.  

Pelabuhan ikan Pantai Tawang


pantai Tawang pacitan
Salah satu sudut pelabuhan ikan di pantai Tawang

Sebuah gapura besar yang bertuliskan “ Tempat pelelangan ikan Pantai Tawang Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo” seolah-olah menyambut kedatangan kami. Memasuki jalan di gapura tersebut kita dihadapkan pada jalan setapak yang belumlah dimistar. Tidak seperti tempat wisata lainnya di kota Pacitan, kesan yang pertama kali kami dapatkan ketika sampai di lokasi pantai adalah sebuah kawasan layaknya sebuah pelabuhan dengan disertai tempat pelelangan ikan yang dipenuhi oleh perahu-perahu nelayan. Ada puluhan perahu nelayan di tempat ini, semuanya berjajar rapi dengan menghadap ke arah pantai. 

Di Pantai Tawang Pacitan terdapat sebuah tempat pelelangan ikan yang ukurannya cukup besar. Setelah memarkirkan kendaraan kami, kamipun berjalan menyusuri bibir pantai dengan melewati tempat pelelangan ikan tersebut. Bau amis merupakan hal yang lumrah ketika melewati tempat ini. Siang itu kami tidak menjumpai adanya aktifitas jual beli ikan. Yang ada hanyalah beberapa nelayan yang sibuk membetulkan jaringnya serta beberapa diantaranya terlihat duduk di sekitaran gubuk-gubuk semipermanen yang berdiri di sekitaran tempat pelelangan ikan tersebut. 


Taviana pambayun nampak anggun dengan termos isi nasi yang dibawanya 


Tujuan perjalanan kami selanjutnya  adalah pantai Tawang yang terlihat di sisi barat tempat ini. Pantai ini berada di balik bukit yang nampak tinggi menjulang. Terdapat jalan setapak dengan melewati bukit tersebut untuk bisa sampai Pantai Tawang dari arah pelelangan ikan. Pertama, kami memilih untuk berjalan kaki menuju ke arah pantai ini. Namun berkat informasi dari seorang ibu-ibu yang sedang duduk di salah satu kios tempat pelelangan tersebut, kamipun akhirnya menggunakan kendaraan untuk menuju kesana. Beliau mengatakan bahwa Pantai Tawang masih cukup jauh apabila kita berjalan kaki, oleh karenanya sebaiknya kami menggunakan kendaraan bermotor untuk mdnuju kesana. 

Deretan perahu nelayan yang berjajar di pantai Tawang Pacitan

Dengan melalui jalan setapak yang mengarah ke puncak bukit, kami memacu kendaraan kami menuju ke Pantai Tawang Pacitan. Jalannya sangat terjal dan curam serta membutuhkan keterampilan mengemudi yang baik untuk sampai ke lokasi. Dari arah puncak bukit kita bisa melihat indahnya kawasan Pantai Tawang, lengkap dengan panoramanya berupa perahu nelayan yang tampak berjajar di sepanjang pantai. Jauh dari kesan pantai selatan yang salama ini kita kenal dengan ombaknya yang sangat besar. Dari ketinggian kita bisa melihat bahwa kawasan di Pantai Tawang memiliki karakteristik arus air yang cukup tenang. Hal ini dimungkinkan karena lokasi pantai yang menjorok ke dalam daratan. Daratan di sekeliling pantai Tawang membuat pantai ini seakan terlindungi dari gelombang laut dan membuatnya layaknya sebuah benteng alam yang melindungi Pantai Tawang dari gelombang pasang.


Kawasan Pantai Tawang yang masih sepi

Sesampainya di tepi Pantai Tawang Pacitan, kami dihadapkan pada sebuah kawasan yang masih sangat sepi. Tidak ada pengunjung lain di pantai ini kecuali rombongan kami. Oya di pantai Tawang tidak disediakan tempat parkir khusus pengunjung. Yang ada hanyalah sebuah area yang masih sangat rimbun dan dipenuhi pohon kelapa dan semak belukar. Disinilah kami memarkirkan kendaraan kami. Pasir putih yang bersih dan air laut yang sangat tenang adalah pemandangan yang bisa kami dapatkan di pantai ini. Beberapa gazebo yang berusia tua menjadi satu-satunya tempat bagi kami untuk berteduh dan beristirahat. Beruntungnya kami pada saat itu. Di musim hujan seperti sekarang kami beroleh hari yang sangat cerah dan kelancaran selama perjalanan kami. Beberapa perahu nelayan dapat kita lihat di sepanjang pinggiran pantai namun tidak sebanyak perahu di tepi, tempat pelelangan ikan. Berhubung karena hari sudah siang, kamipun mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi perut kami dengan bekal yang kami bawa dari rumah.


Nikmatnya oseng-oseng keong ala cak Harul

Beruntungnya kami, di liburan kali ini. Kami dibawakan bekal yang cukup banyak oleh salah satu rekan serta senior kami. Beliau dari pagi-pagi buta sudah memasakkan makanan yang jarang kami makan yakni oseng-oseng keong. Tidak hanya itu saja, nasi merah yang beliau masak dimakan dengan beralaskan daun pisang, menunjukkan bahwa empunya makanan adalah putra daerah yang berasal dari Gunungkidul, kabupaten yang saat ini sedang giat mempromosikan potensi wisata alamnya dan mempunyai kuliner unggulan yakni nasi merah lombok ijo. 


oseng-oseng keong ala Cak Harul nasi merah lauk nila
oseng-oseng keong, nila goreng plus sayur lombok ijo

Nasi merah dengan lauk ikan nila goreng, ditaburi bihun disempurnakan dengan kelezatan oseng-oseng keong dengan rasa yang tidak kalah nendang membuat makan siang kami sungguh berkesan. Menu yang spesial dinikmati di kawasan pantai dengan pasir putih yang sangat indah, membuat liburan kami kali ini sungguh sangat berkesan. Kondisi yang mengantuk karena selesai dinas malam, membuat saya masih belum percaya, bisa berlibur dengan rekan-rekan saya sampai ke Pacitan yang berjarak ratusan KM dari tempat tinggal saya.

Mari makan teman....

Pantai Tawang dengan kapal kayu berusia tua

Setelah puas makan makanan yang kami bawa dari rumah, dan setelah selesai memberesi perbekalan kami, tibalah waktunya kami untuk bermain di tepian pantai sambil berburu spot menarik yang bisa kami dapatkan di tempat ini. Berjalan menyusuri tepi pantai dengan pemandangan kapal-kapal tua berukuran cukup besar serta dengan rimbunnya vegetasi di tepi pantai tersebut, mengingatkan saya pada sebuah film yang dibintangi oleh aktor Johny Deep yakni Pirates of The Caribean yang berjudul Dead Mans Chest rilisan tahun 2006. Dimana lokasi syuting di film tersebut mengambil latar kawasan pantai berpasir putih dengan tepian pantai yang dipenuhi oleh pohon kelapa dan semak bulukar. Memang di tepian pantai dari Pantai Tawang Pacitan terdapat area yang dipenuhi oleh tanaman kelapa dan masih sangat asri.



Selain dapat melihat keindahan pantai dengan pasir putihya yang terlihat bersih. Di Pantai Tawang kita juga dapat melihat kapal-kapal kayu yang berukuran cukup besar tertambat pada tepi tepi pantai. Dilihat dari bentuk dan kondisinya, kapal-kapal tersebut berusia cukup tua dan sudah tidak digunakan lagi. Terlihat dasar dari beberapa kapal sudah keropos dimakan usia dan dibiarkan begitu saja di bibir pantai. Di kawasan ini pula saya menyempatkan diri untuk mengambil beberapa gambar.


Harul Harisaman
Bruder Harul Harisaman

Tidak ada yang mengetahui secara pasti, mengapa kapal-kapal ini sudah tidak digunakan lagi. Mungkin karena kapal yang ada sudah berumur, sehingga kapal-kapal ini ditinggalkan tertambat begitu saja di bibir pantai. Beberapa kapal yang ada berubah fungsi menjadi tempat tinggal ikan-ikan kecil yang terlihat berenang di tepian dan lambung kapal yang sudah keropos dimakan usia.

Horor juga ya kalo malam
Selain dapat menikmati keindahan pantai yang tenang dan pantai berpasir putih, bagi rekan-rekan yang suka kegiatan memancing, pantai Tawang Pacitan juga bisa menjadi tempat favorit untuk memancing. Pasalnya di pantai ini terdapat banyak ikan-ikan baik ukuran kecil maupun ukuran sedang. Saya tidak mengetahui jenis ikan apa, namun ikan yang berukuran seukuran dengan ikan wader atau mujahir itu banyak kita temui di tepi pantai dan memakan sisa makanan yang sengaja kami buang di dekatnya. Rekan saya Eri menyayangkan dirinya tidak membawa kail karena begitu banyak ikan yang dapat kita jumpai disana.


Panorama pantai Tawang Pacitan


Sebuah teluk kecil di tepi Samudera Hindia



Di pantai Tawang Pacitan, sepanjang mata memandang kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang lautan atau tepatnya pemandangan samudra Hindia yang sangat luas dan tenang. Tidak jauh dari pantai tersebut terdapat sebuah warung apung yang menurut salah satu nelayan yang kami jumpai di tempat pelelangan ikan, bisa kita capai dengan naik perahu nelayan. Namun karena sebelumnya kami telah membawa bekal, kamipun tidak berniat untuk menuju warung yang telah disebutkan.




Keunikan dari Pantai Tawang yang membedakannya dengan pantai-pantai lainnya di Kabupaten Pacitan adalah Pantai ini memiliki arus laut yang tidak begitu kuat sehingga kita tidak perlu khawatir akan terbawa ombak ketika mandi atau berenang disana. Di Pantai ini, juga sangat sedikit sekali terumbu karang sehingga kita akan lebih aman ketika berenang tanpa takut diri kita akan terkena oleh karang. Karena pantai ini merupakan destinasi wisata pertama dari sekian tempat wisata yang masuk ke dalam list kunjungan kami, kami memilih untuk tidak mandi atau berenang di tempat ini.

Pantai yang masih sepi seperti ini yang membuat kita akan betah berlama-lama 


Menyusuri pantai Tawang Pacitan dengan segala keindahannya rasa-rasanya membuat kami enggan untuk beranjak dari Pantai Tawang. Saya melihat jam tangan saya menunjukkan waktu tepat pukul 14:00 menandakan bahwa kami harus segera beranjak dari tempat tersebut dan menuju ke tempat wisata selanjutnya yakni pantai Soge dan pantai Klayar. Tepat pukul 14:10 kami beranjak dari Pantai Tawang Pacitan dengan meninggalkan kenangan manis disana :D


Tips bagi rekan-rekan yang ingin mengunjungi Pantai Tawang Pacitan, bila rekan-rekan hoby memancing ikan, jangan lupa membawa perlengkapan memancing, kail dan perangkat lainnya, karena akan sangat disayangkan apabila hanya melihat pantai saja tanpa mencoba menangkap ikan yang banyak kita jumpai disana. Beberapa tempat bisa rekan-rekan jadikan sebagai tempat untuk memancing, salah satunya adalah lokasi di sekitar kapal-kapal tua yang telah saya sebutkan. Selain itu kamu bisa menyewa perahu nelayan disana untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam. 

Sebelum pulang, foto dulu ya......

Jangan lupa untuk menjaga kelestarian alam, dengan membuang sampah pada tempatnya atau tidak mengotori lingkungan di sekitar pantai dengan sampah non organik serta tidak melakukan aksi vandalisme. Beberapa aksi vandalisme dengan mencoret-coret lingkungan mungkin bisa kita temui pada kapal kayu yang tertambat di pinggir pantai. Tindakan tersebut tidak layak untuk kita tiru dan mencerminkan ketidakdewasaan sikap kita.

Jangan lupa untuk mengunjungi pantai-pantai lainnya di Pacitan, terlebih bagi anda yang berasal dari luar kota. Karena akan sangat disayangkan apabila hanya mengunjungi satu pantai saja tanpa mengunjungi pantai pantai lainnya di Pacitan. Di Kabupaten ini terdapat banyak pantai dengan pemandangan yang tidak kalah indah dibandingkan dengan pantai-pantai di Kabupaten Wonogiri atau Kabupaten Kulonprogo.

Itulah sedikit pengalaman saya mengunjungi pantai Tawang Pacitan bersama dengan rekan-rekan saya. Artikel ini khusus saya buat untuk Eri, Siska, Gie, Clara, Judith, Pambayun dan Bro Harul. Terimakasih untuk kebersamaannya :)

" Tertarik untuk mengunjungi pantai Tawang Pacitan ??? "

   

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Terpesona keindahan pantai Tawang pacitan"

  1. Ikan mas gorengnya saya mau mas...enak banget kalau makannya dipantai bareng-bareng

    ReplyDelete
  2. naik2 ke atas sambil liat teluknya itu asyik mas
    kok gak ikut selfie mas

    ReplyDelete