Showing posts with label pantai. Show all posts
Showing posts with label pantai. Show all posts

Tuesday, 31 October 2017

Terpesona keindahan pantai Tawang pacitan

Pantai Tawang Pacitan. Mungkin pantai ini belum setenar pantai Klayar, pantai Soge atau pantai Teleng Ria. Ketiga pantai tersebut sudah cukup popular sebagai destinasi unggulan dari Kabupaten Pacitan yang dikenal sebagai " kota seribu goa". Lokasinya berada di ujung timur dari Kabupaten Pacitan dan wisatawan haruslah menempuh rute cukup jauh, yakni 28 km lagi dari kota Pacitan untuk bisa mencapai Pantai ini. Jarak yang cukup jauh dari kota Pacitan dan minimnya informasi menyebabkan pantai ini masih sepi oleh pengunjung. Namun siapa yang menyangka, di pantai yang masih sepi ini ini kita bisa mendapatkan view yang indah dan suasana yang cukup tenang untuk bisa menghabiskan waktu di pantai yang memiliki pasir yang berwarna putih. Selain bisa melihat keindahan pantai dengan hamparan pasir putih kita juga bisa melihat aktifitas nelayan dalam mencari ikan serta bisa melihat  kapal-kapal dengan ukuran besar merapat di bibir pantai. 

Pantai Tawang pacitan
Pantai Tawang pacitan

Perjalanan saya ke Pantai Tawang Pacitan bermula berkat ajakan oleh seorang senior atau mantan pembimbing klinik yang saat ini menjadi rekan saya dalam bekerja. Beliau adalah perawat multitelenta yang pernah bersama dengan saya ketika mengikuti kegiatan Rafting di Sungai Elo Magelang. Dia mengatakan bahwa di ujung timur dari Kabupaten Pacitan terdapat sebuah pantai dengan kondisi masih sepi serta terdapat pelabuhan ikan yang bisa kita tempuh kira-kira satu jam perjalanan dari Kota Pacitan. Karena tertarik dengan tempat yang masih sepi dan belum terlalu terexplore, akhirnya saya bersama dengan beberapa rekan kerja saya sepakat untuk berangkat menuju pantai Tawang Pacitan dengan metting point di Yogyakarta.

Lokasi Pantai Tawang

Pantai Tawang Pacitan berlokasi tepatnya di desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Untuk menuju ke Pantai Tawang seperti yang sudah saya informasikan sebelumnya, kita harus menempuh kurang lebih 28 km dari kota Pacitan melalui Sirnoboyo arah pantai Soge. Dari pantai Soge Pacitan kita masih menempuh perjalanan kurang lebih 10-15 km lagi. Jalan menuju ke pantai Tawang termasuk jalan yang mudah kita lalui. Maklum saja karena yang kita lewati adalah jalur lintas selatan yang tergolong jalan baru serta mudah diakses dari kota Pacitan. Kami berangkat dari Yogyakarta pukul 08:00 melewati Gunungkidul - Pacimantoro Wonogiri - Pacitan dengan menyusuri jalur selatan. Kami menempuh 4,5 jam perjalanan dari Yogyakarta sampai ke Pantai Tawang Pacitan.  

Pelabuhan ikan Pantai Tawang


pantai Tawang pacitan
Salah satu sudut pelabuhan ikan di pantai Tawang

Sebuah gapura besar yang bertuliskan “ Tempat pelelangan ikan Pantai Tawang Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo” seolah-olah menyambut kedatangan kami. Memasuki jalan di gapura tersebut kita dihadapkan pada jalan setapak yang belumlah dimistar. Tidak seperti tempat wisata lainnya di kota Pacitan, kesan yang pertama kali kami dapatkan ketika sampai di lokasi pantai adalah sebuah kawasan layaknya sebuah pelabuhan dengan disertai tempat pelelangan ikan yang dipenuhi oleh perahu-perahu nelayan. Ada puluhan perahu nelayan di tempat ini, semuanya berjajar rapi dengan menghadap ke arah pantai. 

Di Pantai Tawang Pacitan terdapat sebuah tempat pelelangan ikan yang ukurannya cukup besar. Setelah memarkirkan kendaraan kami, kamipun berjalan menyusuri bibir pantai dengan melewati tempat pelelangan ikan tersebut. Bau amis merupakan hal yang lumrah ketika melewati tempat ini. Siang itu kami tidak menjumpai adanya aktifitas jual beli ikan. Yang ada hanyalah beberapa nelayan yang sibuk membetulkan jaringnya serta beberapa diantaranya terlihat duduk di sekitaran gubuk-gubuk semipermanen yang berdiri di sekitaran tempat pelelangan ikan tersebut. 


Taviana pambayun nampak anggun dengan termos isi nasi yang dibawanya 


Tujuan perjalanan kami selanjutnya  adalah pantai Tawang yang terlihat di sisi barat tempat ini. Pantai ini berada di balik bukit yang nampak tinggi menjulang. Terdapat jalan setapak dengan melewati bukit tersebut untuk bisa sampai Pantai Tawang dari arah pelelangan ikan. Pertama, kami memilih untuk berjalan kaki menuju ke arah pantai ini. Namun berkat informasi dari seorang ibu-ibu yang sedang duduk di salah satu kios tempat pelelangan tersebut, kamipun akhirnya menggunakan kendaraan untuk menuju kesana. Beliau mengatakan bahwa Pantai Tawang masih cukup jauh apabila kita berjalan kaki, oleh karenanya sebaiknya kami menggunakan kendaraan bermotor untuk mdnuju kesana. 

Deretan perahu nelayan yang berjajar di pantai Tawang Pacitan

Dengan melalui jalan setapak yang mengarah ke puncak bukit, kami memacu kendaraan kami menuju ke Pantai Tawang Pacitan. Jalannya sangat terjal dan curam serta membutuhkan keterampilan mengemudi yang baik untuk sampai ke lokasi. Dari arah puncak bukit kita bisa melihat indahnya kawasan Pantai Tawang, lengkap dengan panoramanya berupa perahu nelayan yang tampak berjajar di sepanjang pantai. Jauh dari kesan pantai selatan yang salama ini kita kenal dengan ombaknya yang sangat besar. Dari ketinggian kita bisa melihat bahwa kawasan di Pantai Tawang memiliki karakteristik arus air yang cukup tenang. Hal ini dimungkinkan karena lokasi pantai yang menjorok ke dalam daratan. Daratan di sekeliling pantai Tawang membuat pantai ini seakan terlindungi dari gelombang laut dan membuatnya layaknya sebuah benteng alam yang melindungi Pantai Tawang dari gelombang pasang.


Kawasan Pantai Tawang yang masih sepi

Sesampainya di tepi Pantai Tawang Pacitan, kami dihadapkan pada sebuah kawasan yang masih sangat sepi. Tidak ada pengunjung lain di pantai ini kecuali rombongan kami. Oya di pantai Tawang tidak disediakan tempat parkir khusus pengunjung. Yang ada hanyalah sebuah area yang masih sangat rimbun dan dipenuhi pohon kelapa dan semak belukar. Disinilah kami memarkirkan kendaraan kami. Pasir putih yang bersih dan air laut yang sangat tenang adalah pemandangan yang bisa kami dapatkan di pantai ini. Beberapa gazebo yang berusia tua menjadi satu-satunya tempat bagi kami untuk berteduh dan beristirahat. Beruntungnya kami pada saat itu. Di musim hujan seperti sekarang kami beroleh hari yang sangat cerah dan kelancaran selama perjalanan kami. Beberapa perahu nelayan dapat kita lihat di sepanjang pinggiran pantai namun tidak sebanyak perahu di tepi, tempat pelelangan ikan. Berhubung karena hari sudah siang, kamipun mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi perut kami dengan bekal yang kami bawa dari rumah.


Nikmatnya oseng-oseng keong ala cak Harul

Beruntungnya kami, di liburan kali ini. Kami dibawakan bekal yang cukup banyak oleh salah satu rekan serta senior kami. Beliau dari pagi-pagi buta sudah memasakkan makanan yang jarang kami makan yakni oseng-oseng keong. Tidak hanya itu saja, nasi merah yang beliau masak dimakan dengan beralaskan daun pisang, menunjukkan bahwa empunya makanan adalah putra daerah yang berasal dari Gunungkidul, kabupaten yang saat ini sedang giat mempromosikan potensi wisata alamnya dan mempunyai kuliner unggulan yakni nasi merah lombok ijo. 


oseng-oseng keong ala Cak Harul nasi merah lauk nila
oseng-oseng keong, nila goreng plus sayur lombok ijo

Nasi merah dengan lauk ikan nila goreng, ditaburi bihun disempurnakan dengan kelezatan oseng-oseng keong dengan rasa yang tidak kalah nendang membuat makan siang kami sungguh berkesan. Menu yang spesial dinikmati di kawasan pantai dengan pasir putih yang sangat indah, membuat liburan kami kali ini sungguh sangat berkesan. Kondisi yang mengantuk karena selesai dinas malam, membuat saya masih belum percaya, bisa berlibur dengan rekan-rekan saya sampai ke Pacitan yang berjarak ratusan KM dari tempat tinggal saya.

Mari makan teman....

Pantai Tawang dengan kapal kayu berusia tua

Setelah puas makan makanan yang kami bawa dari rumah, dan setelah selesai memberesi perbekalan kami, tibalah waktunya kami untuk bermain di tepian pantai sambil berburu spot menarik yang bisa kami dapatkan di tempat ini. Berjalan menyusuri tepi pantai dengan pemandangan kapal-kapal tua berukuran cukup besar serta dengan rimbunnya vegetasi di tepi pantai tersebut, mengingatkan saya pada sebuah film yang dibintangi oleh aktor Johny Deep yakni Pirates of The Caribean yang berjudul Dead Mans Chest rilisan tahun 2006. Dimana lokasi syuting di film tersebut mengambil latar kawasan pantai berpasir putih dengan tepian pantai yang dipenuhi oleh pohon kelapa dan semak bulukar. Memang di tepian pantai dari Pantai Tawang Pacitan terdapat area yang dipenuhi oleh tanaman kelapa dan masih sangat asri.



Selain dapat melihat keindahan pantai dengan pasir putihya yang terlihat bersih. Di Pantai Tawang kita juga dapat melihat kapal-kapal kayu yang berukuran cukup besar tertambat pada tepi tepi pantai. Dilihat dari bentuk dan kondisinya, kapal-kapal tersebut berusia cukup tua dan sudah tidak digunakan lagi. Terlihat dasar dari beberapa kapal sudah keropos dimakan usia dan dibiarkan begitu saja di bibir pantai. Di kawasan ini pula saya menyempatkan diri untuk mengambil beberapa gambar.


Harul Harisaman
Bruder Harul Harisaman

Tidak ada yang mengetahui secara pasti, mengapa kapal-kapal ini sudah tidak digunakan lagi. Mungkin karena kapal yang ada sudah berumur, sehingga kapal-kapal ini ditinggalkan tertambat begitu saja di bibir pantai. Beberapa kapal yang ada berubah fungsi menjadi tempat tinggal ikan-ikan kecil yang terlihat berenang di tepian dan lambung kapal yang sudah keropos dimakan usia.

Horor juga ya kalo malam
Selain dapat menikmati keindahan pantai yang tenang dan pantai berpasir putih, bagi rekan-rekan yang suka kegiatan memancing, pantai Tawang Pacitan juga bisa menjadi tempat favorit untuk memancing. Pasalnya di pantai ini terdapat banyak ikan-ikan baik ukuran kecil maupun ukuran sedang. Saya tidak mengetahui jenis ikan apa, namun ikan yang berukuran seukuran dengan ikan wader atau mujahir itu banyak kita temui di tepi pantai dan memakan sisa makanan yang sengaja kami buang di dekatnya. Rekan saya Eri menyayangkan dirinya tidak membawa kail karena begitu banyak ikan yang dapat kita jumpai disana.


Panorama pantai Tawang Pacitan


Sebuah teluk kecil di tepi Samudera Hindia



Di pantai Tawang Pacitan, sepanjang mata memandang kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang lautan atau tepatnya pemandangan samudra Hindia yang sangat luas dan tenang. Tidak jauh dari pantai tersebut terdapat sebuah warung apung yang menurut salah satu nelayan yang kami jumpai di tempat pelelangan ikan, bisa kita capai dengan naik perahu nelayan. Namun karena sebelumnya kami telah membawa bekal, kamipun tidak berniat untuk menuju warung yang telah disebutkan.




Keunikan dari Pantai Tawang yang membedakannya dengan pantai-pantai lainnya di Kabupaten Pacitan adalah Pantai ini memiliki arus laut yang tidak begitu kuat sehingga kita tidak perlu khawatir akan terbawa ombak ketika mandi atau berenang disana. Di Pantai ini, juga sangat sedikit sekali terumbu karang sehingga kita akan lebih aman ketika berenang tanpa takut diri kita akan terkena oleh karang. Karena pantai ini merupakan destinasi wisata pertama dari sekian tempat wisata yang masuk ke dalam list kunjungan kami, kami memilih untuk tidak mandi atau berenang di tempat ini.

Pantai yang masih sepi seperti ini yang membuat kita akan betah berlama-lama 


Menyusuri pantai Tawang Pacitan dengan segala keindahannya rasa-rasanya membuat kami enggan untuk beranjak dari Pantai Tawang. Saya melihat jam tangan saya menunjukkan waktu tepat pukul 14:00 menandakan bahwa kami harus segera beranjak dari tempat tersebut dan menuju ke tempat wisata selanjutnya yakni pantai Soge dan pantai Klayar. Tepat pukul 14:10 kami beranjak dari Pantai Tawang Pacitan dengan meninggalkan kenangan manis disana :D


Tips bagi rekan-rekan yang ingin mengunjungi Pantai Tawang Pacitan, bila rekan-rekan hoby memancing ikan, jangan lupa membawa perlengkapan memancing, kail dan perangkat lainnya, karena akan sangat disayangkan apabila hanya melihat pantai saja tanpa mencoba menangkap ikan yang banyak kita jumpai disana. Beberapa tempat bisa rekan-rekan jadikan sebagai tempat untuk memancing, salah satunya adalah lokasi di sekitar kapal-kapal tua yang telah saya sebutkan. Selain itu kamu bisa menyewa perahu nelayan disana untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam. 

Sebelum pulang, foto dulu ya......

Jangan lupa untuk menjaga kelestarian alam, dengan membuang sampah pada tempatnya atau tidak mengotori lingkungan di sekitar pantai dengan sampah non organik serta tidak melakukan aksi vandalisme. Beberapa aksi vandalisme dengan mencoret-coret lingkungan mungkin bisa kita temui pada kapal kayu yang tertambat di pinggir pantai. Tindakan tersebut tidak layak untuk kita tiru dan mencerminkan ketidakdewasaan sikap kita.

Jangan lupa untuk mengunjungi pantai-pantai lainnya di Pacitan, terlebih bagi anda yang berasal dari luar kota. Karena akan sangat disayangkan apabila hanya mengunjungi satu pantai saja tanpa mengunjungi pantai pantai lainnya di Pacitan. Di Kabupaten ini terdapat banyak pantai dengan pemandangan yang tidak kalah indah dibandingkan dengan pantai-pantai di Kabupaten Wonogiri atau Kabupaten Kulonprogo.

Itulah sedikit pengalaman saya mengunjungi pantai Tawang Pacitan bersama dengan rekan-rekan saya. Artikel ini khusus saya buat untuk Eri, Siska, Gie, Clara, Judith, Pambayun dan Bro Harul. Terimakasih untuk kebersamaannya :)

" Tertarik untuk mengunjungi pantai Tawang Pacitan ??? "

   

Thursday, 6 April 2017

Pelabuhan Tamperan Pacitan, dermaga kecil di barat pantai Teleng Ria

Pelabuhan Ikan Temperan Pacitan. Masih seputar cerita kunjungan saya bersama rekan-rekan saya ke Kabupaten seribu goa atau Kabupaten Pacitan. Tujuan utama kami ke Pacitan adalah menyusuri pantai-pantai di sepanjang pesisir laut selatan. Dimulai dari yang paling jauh yakni Pantai Tawang, Pantai Soge dan berakhir di Pantai Klayar. Mengapa kami memilih untuk berlibur ke pantai daripada ke goa ? Rata-rata dari kami sudah mengunjungi beberapa goa yang berada di Pacitan seperti goa Gong dan Goa Tabuhan, sehingga kami pun sepakat liburan kali ini, kami akan menghabiskan waktu untuk mengunjungi pantai di Pacitan yang terkenal dengan pasir putihnya itu.


Pelabuhan Tamperan Pacitan
Kapal nelayan yang sedang merapat di dermaga


Pelabuhan ikan Tamperan Pacitan sebenarnya tidak masuk dalam list daftar pantai atau tempat yang akan kami kunjungi. Dari Pantai Tawang rencananya kami akan berhenti di Pantai Banyu Tibo yang memiliki keunikan yakni air terjunnya yang berada di dekat dengan pantai. Namun rencanya kamipun berubah, mendekati pintu masuk pantai Banyu Tibo, saya melihat rekan-rekan perempuan tertidur di bangku belakang mobil yang kita kendarai. Kami yang masih terjaga tidak sampai hati membangunkan mereka yang terlihat sangat kecapekan karena beberapa diantaranya melakukan perjalanan setelah selesai lembur jaga malam ( meskipun saya juga habis jaga malam ). Perjalanan pun berlanjut ke pantai-pantai yang dekat dengan pantai Klayar yang menjadi pantai terakhir yang kami kunjungi dalam perjalanan kali ini.

suasana pelabuhan yang masih sepi

Ke pelabuhan ikan Tamperan Pacitan aja “ Itulah kata-kata yang keluar dari salah seorang rekanku ketika kami sampai di Kota Pacitan. Dia menuturkan bahwa pelabuhan ikan tersebut berukuran kecil dan akan terlihat  menarik apabila kita melihatnya dari atas yakni dari jalan ke Pantai Teleng Ria. Saya masih ingat ketika saya berkunjung ke Pantai Teleng Ria awal tahun 2015 lalu. Sebelum sampai di Pantai Teleng Ria saya dapat melihat kapal-kapal nelayan berukuran sedang, merapat di sebuah dermaga kecil di sebuah tempat yang menyerupai teluk dan mempunyai aliran arus laut yang sangat tenang. Karena keingintahuan saya apakah tempat yang dimaksudkan rekan saya adalah tempat yang pernah saya lihat, kamipun memacu kendaraan kami menuju Pelabuhan Ikan Tamperan Pacitan yang lokasinya tidak jauh dari Pantai teleng Ria. 

Lokasi Pelabuhan Ikan Tamperan

Pelabuhan Ikan Tamperan berlokasi tepatnya di dusun Tamperan, desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan Timur. Jalan menuju ke Pelabuhan ini sangatlah mudah, yakni apabila kita dari Kota Pacitan, kita ke arah barat melewati jalan ke arah Pringkuku lalu lurus terus sampai menemukan pertigaan yang ada jembatannya, kita belok ke kanan ( ambil jalan yang agak menyerong ) perhatikan papan penunjuk arah ke Pelabuhan Ikan Tamperan. Untuk menuju ke Pelabuhan Ikan Tamperan, dari kota Pacitan kita hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit sampai 45 menit perjalanan. 



Pelabuhan Ikan Tamperan ” Itulah tulisan pada gapura masuk pelabuhan ini, seolah menyambut kedatangan kami. Kamipun bergegas mencari tempat untuk memarkirkan kendaraan kami. Pada saat kami berkunjung ke Pelabuhan ini, kondisi pelabuhan sangatlah sepi. Tidak ada aktifitas jual beli ikan ataupun bongkar muat hasil tangkapan dari nelayan-nelayan yang kebetulan kami jumpai disana. Yang terlihat hanyalah beberapa orang yang sedang dengan asik memancing ikan di tepi pelabuhan dan beberapa nelayan yang sedang membenahi jala mereka di bagian atas kapal kayu yang berukuran sedang.


Pelabuhan Tamperan Pacitan
Kondisi pelabuhan dengan background pegunungan


Kondisi pelabuhan yang nampak lenggang membuat kami lebih leluasa untuk berkeliling pelabuhan ini tanpa harus merasa canggung terhadap beberapa orang yang sedang memancing disana. Dengan kail yang panjang serta dengan umpan berupa ikan kecil para pemancing disini mencoba peruntungan mereka untuk bisa menangkap ikan yang seringkali terlihat dari atas meskipun berada di bagian dasar dermaga. Saya pun berkesempatan untuk bertanya kapada seorang bapak yang sedang memancing di pelabuhan ini. Beliau menuturkan bahwa ikan yang berada di bagian tepi pantai atau berada di area perairan yang dangkal lebih mudah menangkap apabila kita menggunakan umpan berupa ikan kecil. Berbeda dengan ikan yang berada di perairan yang dalam, ikan di perairan yang dalam akan lebih mudah apabila kita menangkapnya menggunakan ikan buatan berupa umpan dari bahan karet dan sejenisnya. Setelah berbincang-bincang sejenak dengan salah satu Bapak yang memancing di pelabuhan ini, kamipun memutuskan untuk berkeliling pelabuhan berharap mendapatkan obyek yang menarik untuk bisa kami dokumentasikan melalui kamera yang kami bawa. 

Seorang bapak yang sedang memancing 


Pelabuhan Tamperan Pacitan memang tergolong pelabuhan yang kecil. Mengutip dari beberapa sumber, pelabuhan Tamperan ini dikhususkan untuk pelabuhan perikanan pantai ( PPP ) dan tujuan pendiriannya adalah untuk meningkatkan produktifitas usaha penangkapan ikan, mengingat Kabupaten Pacitan memiliki potensi hasil ikan yang cukup besar karena lokasinya berhadapan dengan Samudera Hindia. Dasar perairan Pacitan sendiri merupakan dasar dengan banyak karang. Karang disini berguna sebagai tempat tinggal, tempat berlindung dan tempat perembangbiakan ikan. Oleh karenanya stok ikan di perairan ini sangatlah melimpah. Dari bagian atas dermaga kita dapat melihat arus laut yang tenag karena pelabuhan ini berada pada sebuak teluk kecil sehingga kapal-kapal nelayan yang merapat dapat aman dan terlindung dari hempasan gelombang laut.

Eeeh ada ikan :D

Menyusuri Pelabuhan Tamperan kita akan dapat melihat banyak kapal nelayan yang sedang berlabuh di tepian dermaga. Berbeda dengan beberapa pelabuhan ikan yang pernah saya kunjungi sebelumnya, dimana biasanya pelabuhan ikan identik dengan lingkungannya yang kumuh serta berbau amis, hal tersebut tidak saya jumpai di Pelabuhan ini. Hal yang menyebabkan pelabuhan ini terlihat sedikit kotor ialah adanya drum-drum yang berisi minyak dan dibiarkan terbuka begitu saja di beberapa sudut pelabuhan, minyak tersebut terlihat bececeran dan mengotori lingkungan sekitarnya.


Pelabuhan Tamperan Pacitan



Berjalan-jalan di sekitar Pelabuhan Tamperan sejauh mata memandang kita akan disuguhkan panorama perairan yang sangat tenang, membuat kita lupa bahwa di depan kita adalah Samudera Hindia yang selama ini terkenal dengan ombaknya yang besar. Kawasan pelabuhan dengan perairan yang tenang dengan background pegunungan karst yang indah menjadi daya tarik tempat ini. Tidak terasa jam tangan yang saya kenakan menunjukkan pukul 16:00 menandakan bahwa kami harus segera meninggalkan tempat ini dan melanjutkan perjalanan kami di destinasi wisata lain yakni pantai Klayar dan merupakan destinasi wisata terakhir yang kami kunjungi dalam perjalanan kali ini mengunjungi Kabupaten Pacitan.



Saya pribadi sangat senang bisa mengunjungi Pelabuhan Ikan Tamperan Pacitan. Bagi saya yang selama ini hidup jauh dari kawasan laut tentu menjadi pengalaman baru bisa secara langsung melihat sisi lain kehidupan nelayan di negara ini. Semoga dengan adanya pelabuhan ikan Tamperan bisa memajukan potensi perikanan terutama di Kabupaten Pacitan.

" Bagaimana, tertarik mengunjungi Pelabuhan Tamperan Pacitan ? "